Tips Dasar Memotret Makanan yang Bagus (Tutorial Food Photography) 

Bismillah, akhirnya nulis beginian. Padahal foto2 saya masih kalah dengan teman2 yg lain *mengkeret. Jadi ini semacam tips dari pemula buat pemula yaa…


Follow dulu, ya, instagram saya.. feel free *iki mualah promosi. Harap maklum sodara2..

Jadi yyang paling penting ada 3 elemen:

  1. Sumber cahaya
  2. Style
  3. Props

Sumber Cahaya

Atur makananmu di dekat jendela, atau di dekat pintu yang terdapat banyak cahaya masuk. Bisa juga di teras. Jangan lupa gunakan reflektor yang dapat berupa alumunium foil, cermin, atau kertas putih. Jangan pakai flash. Gak banget, deh, hasilnya kalau pakai flash. Silakan atur mau pakai sumber cahaya mataharinya dari samping atau dari belakang. Kalau cahaya terlalu kuat, gunakan tirai putih tipis untuk menutup jendela.

20170923100835_IMG_6080[1]

Setting behind the scene untuk bright mood food photography. Cahaya banyak dan masih pakai reflektor juga di kanan kiri dan depan kamera. Pakai kardus yang dilapisi alumunium foil.

Gambar di atas adalah Setting behind the scene untuk bright mood food photography. Cahaya banyak dan masih pakai reflektor juga di kanan kiri dan depan kamera. Pakai kardus yang dilapisi alumunium foil.

behind the scene food photography

behind the scene food photography untuk dark moody

Gambar di atas merupakan contoh behind the scene atau bts memotret untuk dark food photography. Sumber cahaya dari belakang objek berhadapan dengan kamera. Cahaya alami dari matahari sangat bagus untuk pemula seperti kita. untuk blocker cahaya berupa folder hitam yang diletakkan di depan jendela sekalgus sebagai background. Tripod diperlukan agar kita dapat mengambil gambar yang tajam untuk gelap2an begini. Hal ini karena kalau kita ambil dalam suasana agak gelap, butuh shuuter speed yang sedikit lama agar ISO tidak tinggi (noise banyak jika ISO tinggi). Shuter speed yang lama membutuhkan kamera dalam keadaan stabil saat memotret.

20170822174535_IMG_5792-01[1]

Style
Kamu mau motret minimalis, full penuh cerita, atau nuansa vintage jaman dulu, suasana makan bareng2, atau sekedar tea time or enjoy a cup of coffee. Ide2 semacam ini sangat perlu untuk memicu kreatifitas kita sehingga menghasilkan foto yang cakep. Jangan lupa, foto kita perlu ngecesable, ngilerable, atau maksudku adalah bikin orang yang liat pengen ikutan makan juga. Hehehe.. Movement food photography juga perlu latihan khusus agar luwes. Misalnya ditambah dengan cipratan air, menyaring gula halus/tepung, menuang sesuatu, cipratan garnish seperti parsley, atau irisan daun bawang. Messy food photography juga unik. Remah-remah bertebaran, air kopi yang tumpah2, chocochip, tepung berhamburan. Jangan lupa rule of third, ya. Penting. Komposisinya juga harus dilatih terus. Saya pun masih lemah dalam hal styling dan komposisi ini

Props

Alas dan background

Alas dapat berupa kertas, baking paper, kardus yang dicat, kayu, nampan, napkin, telenan, dan lain sebagainya. Meja juga bagus untuk alas. Asalkan, alas jangan terlalu genjreng sehingga mengalahkan point of interest atau hero foto kita nantinya. Silakan jalan2 ke IG saya, barangkali ada inspirasi alas/backgroung yang menarik. Promosi lagi, kaaaan..

Piranti

Mangkuk, piring, sumpit, trolley mini, teko unyu2, spice jar, sushi plate, toples mini, mug, tea set, keranjang mini, dan lain-lain dapat dibeli di Poundland kalau di London. Di indonesia banyak sekali IG yang menjual aneka props foto yang gak kalah unyu2 dengan di sini. Hehe.. ati2 kalap.

Segitu dulu, ya, kapan2 ungkin bicara tentang alat fotonya alias kamera dan lensa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s