Kenapa Disebut Shahih, sih? Syarat Hadits Shahih Apa Aja?

Syarat Hadits Shahih

  1. Sanadnya bersambung. Sanad adalah rantai perawi hadits. Perawi adalah yang menyampaikan sabda Rasulullah. Sanadnya bersambung maka perawi-perawinya harus bertemu semua. Murid mendapatkan isi hadits tersebut dari gurunya, dari gurunya, teruuuuss sampai Rasulullah Sholallohu alaihi wasallam.
  2. Perawi harus ‘adil. Syarat-syarat adil adalah sebagai berikut.
  • Muslim. Orang kafir tidak diterima periwayatannya.
  • Baligh dan berakal.
  • Selamat dari sebab-sebab kefasikan.
  • Selamat dari adab-adab yang tidak islami. Misalnya, kencing di pinggir jalan, suka mengatakan hal-hal jorok, tasyabuh (meniru orang kafir) dalam berpenampilan, dan sebagainya.

      3.  Perawi-perawinya sempurna ke-dzobit-annya. Ada dua jenisnya.

  • Dzobit Sodr. Hafal di luar kepala, tidak berubah hafalannya sampai wafat. Ada banyak sebab-sebab kenapa seorang perawi, hilang sebagian hafalannya, misal karena tua, karena buku-ukunya terbakar, atau karena memangku jabatan.
  • Dzobit Kitab. Kitabnya terpelihara dari kesalahan. Misal karena kesalahan harokat atau titik. Bisa juga dimasuki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya ada seorang perawi yang memiliki tetangga yang buruk. Tetangganya tersebut masuk ke rumah ketika perawi keluar, kemudian dia menambah isi kitab-kitab dengan tulisan yang mirip. Akhirnya, perawi ini mengira  tambahan tersebut adalah tulisannya. Maka ia di-dhaifkan oleh para ulama.

Para ulama menguji ke-dzobit-an dengan berbagai macam cara. Misalnya, Imam Bukhari diuji dengan mendatangkan sepuluh orang. mereka menyampaikan hadits dengan dibolak-balik urutan sanadnya dan diubah-ubah matan (isi hadits) nya. Lalu Imam Bukhari mengoreksinya. Cara yang lain adalah dengan membandingkan perawi satu dengan perawi-peawi lain yang lebih terpercaya.

       4.   Tidak boleh syaad. Yaitu tidak boleh menyalahi periwayatan lain yang lebih terpercaya yang lebih banyak jumlahnya.

      5.   Tidak ada padanya illat. Illat adalah cacat yang tersembunyi yang mempengaruhi keabsahan suatu hadits. Cara memeriksa adanya illat ini adalah dengan cara mengumpulkan semua jalan (sanad) yang meriwayatkan suatu hadits. Misalnya, ternyata ada jalan yang dhaif. Maka, inilah illat.

Sumber:

http://radiorodja.com/672/playlist-ilmu-mustholah-hadits-volume-1/

http://abufurqan.com/2011/09/10/syarat-syarat-hadits-shahih/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s