Tips menghadapi UTS TSTS (Ujian Tengah Semester Tidak Serius Terlalu Santai)

Apa sih yang terpenting dari sebuah Ujian? Ikhtiar dan tawakkal.

Ada tipe anak-anak yang moody banget kalo mau belajar. Nah, problem bakal muncul kalo pas udah mau ujian, mood nya lagi nggak bagus buat belajar. Alias males. Solusinya: ya udah, pasrah aja. Paling-paling ntar ngulang atau gak lulus. Gampang, kan? Atau gak usah ikut ujian aja.

Ini adalah sebab akibat. Hukum alam. Males, implikasinya ya gagal. Hampir semua orang tau itu.

Makanya, walau gak mood, paksain. Kalo tetep gak mau, brarti kamu uda sadar bener bahwa peluang gagalmu lebih gede.

Atau cari temen buat memotivasi.

“Oi, Bozt, aku mau UTS nih. Tapi kok males banget, ya?”

“Males? Ya udah gak usah belajar, Coy.”

“Ho? Gitu, Gan? Ntar aku gak bisa donk.”

“Gak bisa? Ya emang, Dab.”

“Jadi, pie jal??”

“Pengen bisa?”

“Iya lah”

“Ya udah sono belajar!”

“Males je…”

“Males? Ya udah gak usah belajar, Coy”

“Ho? Gitu, Gan? Ntar aku gak bisa donk.”

“Gak bisa? Ya emang, Dab.”

“Jadi, pie jal??”

“Pengen bisa?”

“Iya lah”

“Ya udah sono belajar!”

“Males je…”

Percakapan mungkin akan terus berlanjut. Looping, kalang, semacam iterasi (bahasa pemrograman), atau repetisi (bahasa sastra puisi). DOWHILE you don’t have other words to say. Tanpa sentinel (sentinel ki opo y?).

Kesimpulannya, paksain diri untuk belajar, jangan lupa ambil napas dalem-dalem dulu, terus bismillaah… emang pelajar itu kudu belajar!

Aku pernah, saking gak sukanya sama pelajaran apalan yang bahannya seabrek, waktu mau ujian, aku belajar sampai mual hampir muntah. (Pealjaran apakah itu? PKn og pie? Ckckckck. Bukan warga negara yang baik sepertinya.) Langsung aku tutup bukunya, tidur deh. Keadaan menjadi lebih baik ketika aku ngapalin sambil nyanyi2 gak jelas plus jalan2 muter2 di dalem rumah, sambil merekam suaraku sendiri, padahal suaraku cukup merdu –dalam arti yang tidak sesungguhnya- (kakak adek aku suruh diem). Masih aku simpen lho file rekamannya, hohoho…

So, kalo bosen or suntuk, kamu bisa nyari suasana laen.

Kalo nggak bisa, jangan segan tanya ke temenmu, ortumu, gurumu, atau dosenmu. Kalo adekmu bisa, jangan malu tanya ke dia. Siapa tau jawaban ngawurnya bisa ngasih ilham.

Yakinlah, bahwa, seperti yang Alloh firmankan dalam Al-Qur’an Surah Al-Insyirah ayat 6.

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Aku punya pesan-pesan nih buat kalian yang mau ujian. Ini berdasarkan pengalaman UTSku sih.

>> Belajar jangan pake sistem kebut semalam, tapi belajarlah tiap hari, jangan pas mau ujian aja.

>> Pelajari MENYELURUH! Jangan setengah2 atau pilih kasih terhadap bab-bab yang ada! (hiks, ini kesalahan terbesarku)

>> banyak-banyak latian soal.

>> Pilih soal-soal yang gampang dulu pas ujian.

>> Jangan lupa bawa jam tangan. Menej waktu dengan baik dan efektif.

>> Jangan grogi. Santai aja, tapi serius, hohoho…

Tapi…….. kasus sesungguhnya yang paling sering terjadi adalah “MENGANDALKAN TEMAN, MENGANDALKAN CONTEKAN”

Aku punya temen, dia solatnya rajin, dia juga anak yang baik, tapi, aku lalu tau bahwa dia suka nyontek waktu ujian. Aku kecewa berat. Aku tanya langsung ke dia. Kok gitu sih? Apa jawabannya?

“Ini kan masalah dunia”

GUBRAK!

Alasannya gak masuk akal banget! Gak logis! Lha trus, kalo pencuri itu? Emang itu bukan masalah dunia? Orientasinya uang lho! Tapi mencuri itu tetep aja dosa, kan?

Nggak nyadar kah bahwa:

>> Dia telah berlaku curang.

>> Dia menzalimi temen-temen yang bener-bener belajar mempersiapkan diri buat  ujian.

>> Dia menzalimi teman-teman yang jujur.

>> Dia munkin membuat temen-temennya yang jujur menangis malem-malem gara-gara sedih temen2nya curang.

>> Dia tolong-menolong dalam perbuatan yang melanggar aturan.

>> Alloh Maha Melihat perbuatannya.

>> Ada malaikat yang mencatat setiap perbuatannya.

>> …

Fenomena ini banyak sekali terjadi. Everywhere. Seperti menjadi sesuatu yang sangaaaaaaaaaaat wajar terjadi. Apa mereka GAK TAKUT DOSA?? PARAH!!

Sedihnya… (tears). Aku gak bisa apa-apa, nggak bisa mencegah. Yang pasti, aku harus tetep jujur, dan bangga telah menjadi anak jujur (yang limited jumlahnya). Doakan, semoga aku dan kamu-kamu yang merasa anak jujur (atau anak yang berusaha jujur) tetap istiqomah dalam kejujuran ini. Amiin…

Hasilnya? Gak usah dipikir, serahkan pada Alloh semata… enak, kan? Kalau hasilnya jelek atau gagal, berarti keberhasilan kita tertunda. Tinggal berusaha lagi, ya, nggak? Ok?*)

*aku ngomong panjang lebar kek  gini, tapi sebenernya deg-degan juga sama hasil UTSku. Hohoho… ‘Semoga UTSnya khusnul khotimah’ (mengutip kata-kata salah seorang temen plurk. Tapi, siapa, ya? (thinking)).

Kesan dan pesan kegiatan awal kuliah di JTETI UGM 2010

Assalamualaikum, alabaster6… (menyebut dan menyapa diri sendiri)…

Assalamualaikum teman-teman semua!!! Dijawab, ya?

Hadudu… udah luamaaa buanget aku nggak ngisi blog ini, blog yang ‘baru dibuat’ bulan Januari 2008 (silahkan ke http://alabaster6.wordpress.com/2009/11/14/sejarah-sang-alabaster6/ untuk mengetahui sejarah berdirinya blog ini) dan blog yang setiap harinya hanya diliat pengunjung-pengunjung sebanyak 20-30an kali (mesakake tenan, tapi pernah sih mencapai 54 views).

Aku bingung mau nulis apa… (thinking)

Beberapa menit kemudian… (hungry) (sleeping)

Hohoho, nggak dink. Inilah hasil berpikir-tingkat-tinggi ku.

Kesan dan pesan kegiatan awal kuliah di Electrical Engineering and Information Teknologi Department UGM (JTETI). Lebih spesifiknya, Program Studi Teknologi Informasi JTETI UGM 2010.

  1. 19, 20, 21, 22 Agustuss 2010 à PATRIOT 2010 (Semacam Ospek Fakultas)

Overall, kegiatan Pengenalan Teknik untuk Negeri Menuju Indonesia Bermartabat (singkatanne lebay, ^^;) ini ‘MENYENANGKAN’. Aku mendapat kelompok (atau disebut laskar) yang perempuannya (10 orang) akhwat semua! (Sebenernya berat sih, menyebut akhwat. Coz beberapa dari mereka masih belum berani menolak salaman sama dosen laki2). Senengnya ngelakuin banyak kegiatan2 bersama mereka (cozy) >0<. Laki-lakinya juga hampir semuanya alumni ROHIS SMAnya. Pengelompokan laskar kami sepertinya disengaja seperti ini. Nggak mungkin diambil secara random. Oh, iya, beberapa dari mereka ternyata anak2 OSN 2009 juga, ada yang sebidang, ada yang lain bidang. Oh, iya, ada ceritaku waktu OSN Jakarta (sangat geje, kalo gak lagi ngganggur gak usah dibaca, (LOL)).

Kenapa pada kata ‘menyenangkan’ ada tanda petik tunggalnya?? Karena, gara-gara kegiatan ini, aku sempat melanggar satu peraturan. Bukan, bukan peraturan PATRIOT (nek iki si ra masalah), tapi peraturan yang berupa kesepakatan antara aku dan ayahku: “GAK BOLEH PULANG MALEM-MALEM”.

Ceritanya, kan ada tugas community development kecil-kecilan. Aku, bersama dua akhwat dan beberapa ikhwan, ngajar TPA  di suatu masjid/musola di Karangwuni Jakal. Nah, ternyata pulangnya setelah buka, setelah solat maghrib! Ini pertama kalinya aku pulang sendirian malem-malem. Aku menyeberangi kota Jogja dari perbatasan utara ke perbatasan selatan kota Jogja! Hiy… medeni, gelap. Aku merasa bersalah pada ayah. Sampai di rumah, ayah memberi beberapa nasehat. Beliau tidak memarahiku secara eksplisit, tapi aku tau dari gaya bahasanya bahwa ayah agak …

Aku merindukan akhwat-akhwat laskarku. Banyak cerita di jurusanku (mereka nggak ada yang sejurusan denganku) hiks. Dan aku butuh saran mereka. (tears)

2. 23 Agustus 2010 à Kuliah perdana

Sehari sebelum kuliah pertama, yaitu tanggal 22 Agustus, acara PATRIOT sampai ba’da maghrib karena ada buka bersama di KPFT. Karenanya, aku nginep di kosan sepupu (anak KSDH UGM 2009 (tau nggak kepanjangannya KSDH??? ^^;)) di Pogung. Paginya, aku dianter naik motor ke Teknik. Dengan langkah tegap (langkah biasa sih, sebenernya ^^;) aku melangkah ke gedung JTETI. Ketemu bapak2 yang ngasi tau bahwa……. Kuliah pada hari itu nggak di gedung JTETI, coz ruang TE1 itu ada di gedung expert (eks pertanian, sekarang bernama sekolah vokasi (nggaya banget dijenengi expert, haha)). Aku dan seseorang yang ternyata juga IT 2010 dan juga kesasar ke TETI, jalan kaki menuju expert (mesakake tenan). Alhamdulillah, di tengah jalan, ketemu anak IT 2010 juga, bawa motor dia. Cenglu, deh. Apa itu cenglu? Bahasa manakah itu? Kayak bahasa Cina, ya? Silakan dicari sendiri artinya. Kalo udah ketemu, bilang. Hoho…

Wah, bertemu dengan orang-orang yang tak dikenal dan tak terkenal. Hiy… speechless banget… Mana kuliah pertama langsung suruh bikin kelompok lagi. Ngasal deh, yang duduknya deket aja. Hihihi…

Aku merasa, banyak yang harus dipelajari. Mempelajari teman-teman, mempelajari pelajaran (lho?), mempelajari dosen (penting, ya?), mempelajari gedung expert dan gedung JTETI, mempelajari perpus sekip deket ekspert (lho?), mempelajari kakak-kakak tingkat, mempelajari sistem (*sistem apa? Apapun!), de es be, de el el, el es pe (lan sapanunggalanipun).

3.  13, 28, 29 Agustus, 25, 26, 29 September, 1,2,3, 16, 17 Oktober 2010 à Rangkaian Acara “Forum Dinamika Kampus2010 (semacam Ospek Jurusan)

I don’t have even one word to describe or comment this event. (annoyed) (LOL)

4. 25, 26, 27 Oktober, 3, 4 November 2010 à Ujian Tengah Semester Tidak Serius Terlalu Santai (UTS TSTS)

JADWAL UTS :

Senin, 25/10: Progdas 07.30 TE1, Tekdig 13.00 E5/E7

Selasa, 26/10: Matek 07.30 E5/E7, Fisel 13.00 E5/E7

Rabu, 27/10: PTI 10.00 TE1

Rabu, 3/11: B.Ing 07.30 TE1

Kamis, 4/11: Matdis 10.00 E6

Apa itu Progdas? Tekdig? Matek? De es be? Ohoho, kalian tak perlu tau. Oh, perlu ya?

>>   Progdas: Fundamentals of Programming (Pemrograman Dasar) 3 SKS

>>   Tekdig: Digital Technique, bahasa Indonesianya: Teknik Digital (wis ngerti!) 2 SKS

>>   Matek: Ini bahasa jawa, artinya ‘died’. Bahasa tekniknya: Engineering Mathematics. 3 SKS

>>   Fisel: Electrical Engineering Physics (aku suka fisika!! ^^; (cozy) tapi, susah kalo listrik magnet (ckckck)). 3 SKS

>>   PTI: Introduction to Information Technology. 2 SKS

>>   B.Ing: English 2 SKS

>>   Matdis: Madis: Discrete Mathematics and Logic 3 SKS

Nah, itulah kurikulum atau mata kuliah Teknologi Informasi 2010 UGM untuk semester 1. Bentar, masih ada 1 SKS lagi yaitu praktikum Pemrograman Dasar, pake nya C++, compilernya GCC, Operating System nya Linux, Lab nya di Lab IF. Apa itu IF? Rahasia!

UTS TSTS, hm… tidak seperti namanya, aku serius mempersiapkan UTS TSTS ini. Aku nggak bisa merasa santai (halah). Oh, iya, banyak hal yang bisa dipelajari dari pengalaman UTS pertama ini. Go here: http://alabaster6.wordpress.com/2010/11/07/tips-menghadapi-uts-tsts-ujian-tengah-semester-tidak-serius-terlalu-santai/